Pasang suami istri yang sangat menambakan buah hati pertamanya untuk hidup dengan normal. Mereka harus menerima kenyataan yang pahit dikarenakan tidak sesuainya dengan harapan yang mereka idamkan. Bahagia luar biasa saat Ibu Reski mengetahui tengah hamil anak pertama. Anak yang telah lama ia nantikan kehadirannya. Proses sembilan bulan mengandung hingga tiba waktunya ia melahirkan bayi mungil ke dunia. Senang bercampur sedih harus ia terima ketika mengetahui bayinya tidak lahir sempurna.

Hati Ibu Reski sangat teriris, bagaimana iya membayangkan anaknya tidak bisa menatapnya saat ia menyusuinya. Bagaimana bisa anaknya tidak bisa melihat dirinya dan Suaminya. Apakah penderitaan ini pantas untuk dirinya terima setelah sekian lama menantikan sosok anak dihidupnya?

Dalam menerima takdir pasti tak mudah, tapi bayi yang dititipkan Tuhan ini harus saya Ibu Reski jaga dan rawat sebaik-baiknya dan bersama suami sepakat memberinya nama Muhammad Alvin Alfarizqi. Nama yang gagah, ia selalu berharap nama itu menjadi doa agar Alvin bisa menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan gagah berani.

Lahir dengan kondisi langka membuat Alvin harus masuk rumah sakit dan harus terus menjalani pengobatan. Bagian paling sedih saat Alvin harus mendapatkan perawatan medis terbaik, tapi Ibu Reski dan suami sebagai orangtua tak mampu mewujudkan pengobatannya, karena terhambat biaya. Sampai saat ini suami ibu Reski belum mendapatkan pekerjaan lagi setelah resign dari pekerjaan sebelumnya.
Ibu Reski sering merasa tak berdaya sebagai seorang ibu. Pelukan yang seharusnya bisa sekadar menenangkan bayi menangis juga tak bisa membuat kesakitan Alvin hilang. Apakah dengan penyakit ini Alvin bisa bertahan hidup?





