Perjalanan Kirana: Dari Harapan untuk Sembuh Hingga Akhir Perjuangan

Kirana Putri Hamidia adalah seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang dikenal ceria dan memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Namun, impian itu harus terhenti ketika ia didiagnosis menderita tumor ganas pada tulang kaki (Malignant Neoplasm of Short Bones of Lower Limb). Awalnya, Kirana hanya mengeluhkan rasa gatal pada kakinya. Siapa sangka, keluhan yang terlihat sederhana itu terus berkembang hingga kondisinya memburuk. Kakinya membengkak, rasa sakit semakin hebat, dan sejak April 2025 Kirana tidak lagi mampu berjalan.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 90;
algolist: 0;
multi-frame: 1;
brp_mask:8;
brp_del_th:0.0000,0.0000;
brp_del_sen:0.1000,0.0000;
motionR: 0;
delta:1;
bokeh:1;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 291.46765;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

Kirana kemudian menjalani pengobatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Demi memberikan kesempatan terbaik bagi putrinya untuk sembuh, kedua orang tuanya rela menghabiskan seluruh tabungan, menjual perhiasan, dan mengontrak tempat tinggal sederhana agar Kirana dapat rutin menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Namun, biaya hidup dan kebutuhan selama menjalani pengobatan semakin berat hingga keluarga terpaksa pindah ke rumah sanak saudara di Sinjai. Jarak yang jauh menuju rumah sakit membuat proses pengobatan Kirana semakin sulit.

Di tengah segala keterbatasan, tim yayasan hadir mendampingi perjalanan Kirana. Tidak hanya membantu dalam penggalangan dana dan kebutuhan pengobatan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada Kirana dan keluarganya agar tetap kuat menghadapi setiap proses yang harus dijalani.

Seiring perkembangan penyakitnya, dokter akhirnya memutuskan bahwa amputasi pada kaki Kirana menjadi tindakan medis yang harus dilakukan demi menyelamatkan nyawanya dan mencegah penyebaran penyakit. Keputusan itu tentu menjadi pukulan berat bagi Kirana dan keluarganya. Meski demikian, dengan keberanian yang luar biasa, Kirana menjalani operasi tersebut.

Setelah amputasi, kondisi Kirana sempat menunjukkan perkembangan yang baik. Ia menjalani rawat jalan dan beberapa kali terlihat lebih kuat. Namun, perjuangan melawan penyakit ini tidaklah mudah. Ada hari-hari ketika kondisinya membaik, tetapi ada pula saat-saat kesehatannya kembali menurun dan harus mendapatkan penanganan medis.

Hingga akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang dan penuh ketabahan, kondisi Kirana kembali memburuk. Tim medis telah berupaya memberikan penanganan terbaik, keluarga terus mendampingi dengan penuh kasih sayang, dan tim yayasan tetap berada di sisi Kirana selama proses pengobatannya. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Kirana akhirnya mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang dengan begitu kuat melawan penyakit yang dideritanya.

Kepergian Kirana meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, para relawan, para donatur, dan semua yang mengikuti kisah perjuangannya. Meski perjalanan Kirana telah berakhir, semangat, keteguhan hati, dan senyum yang selalu ia berikan akan selalu dikenang.

Yayasan merasa terhormat dapat mendampingi setiap langkah perjuangan Kirana hingga akhir hayatnya. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar ini. Setiap doa, perhatian, dan bantuan yang diberikan telah menghadirkan harapan dan menguatkan Kirana serta keluarganya di masa-masa yang paling sulit. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin.

Kalkulator Zakat

Kalkulator Zakat

rekening-donasi

Rekening Donasi

konfirmasi-donasi

Konfirmasi Donasi

Latest articles

Related articles

Donasi Via QR