Pak Iwan, Penjual Sayur Gagal Ginjal, HARUS CUCI DARAH!

Setiap hari, pukul lima pagi, Pak Iwan (37 tahun) sudah berada di jalan. Dengan penuh semangat, ia memikul jualan berisi sayuran segar, berkeliling dari kampung ke kampung. Dari pagi hingga sore, ia berusaha keras agar dagangannya laku. Namun, di balik senyumnya, tersimpan kenyataan pahit: sejak tahun 2014, Pak Iwan divonis mengidap CKD Stage V (gagal ginjal kronis) dan harus menjalani cuci darah (hemodialisis) seumur hidup.

Awalnya, ia hanya sering merasa kedinginan. Ia tak pernah menyangka gejala sederhana itu menjadi tanda penyakit yang akan mengubah hidupnya. Saat dokter menyatakan ginjalnya tak lagi berfungsi normal, dunia seakan runtuh. Hidupnya kini bergantung pada mesin cuci darah, yang harus ia jalani beberapa kali dalam seminggu.

Rutinitas itu membuat hidupnya tak pernah sama lagi. Saat orang lain bekerja penuh waktu, Pak Iwan sering harus menghentikan jualannya lebih cepat demi menjalani cuci darah. Pendapatan pun tidak menentu. Dalam sehari, meski ia bisa mengumpulkan penjualan sekitar Rp 150.000, uang itu hanya cukup untuk menutup modal. Nyaris tak ada keuntungan yang bisa dibawa pulang.

Padahal, di rumah, ada keluarga yang menantinya. Sang istri yang menjadi ibu rumah tangga setia mendampinginya, dan tiga anaknya yang masih membutuhkan banyak biaya. Anak pertamanya kini sudah mulai bersekolah, sementara dua adiknya masih kecil dan membutuhkan perhatian penuh. Sebagai kepala keluarga, hati Pak Iwan sering diliputi rasa khawatir: bagaimana bisa ia memenuhi kebutuhan anak-anak, sementara tubuhnya sendiri semakin lemah?

Namun, meski terbatas oleh penyakit, Pak Iwan tidak menyerah. Ia tetap mendorong gerobaknya setiap hari, berusaha sekuat tenaga agar keluarganya tidak kekurangan. Cuci darah mungkin melelahkan, tetapi semangat hidup dan kasih sayangnya untuk keluarga membuatnya terus bertahan.

Hari-hari Pak Iwan adalah perjuangan antara bertahan hidup melawan penyakit, dan tetap mencari nafkah demi keluarga. Kini, ia membutuhkan uluran tangan kita semua agar bisa terus melanjutkan pengobatan sekaligus mencukupi kebutuhan istri dan ketiga anaknya.

Kalkulator Zakat

Kalkulator Zakat

rekening-donasi

Rekening Donasi

konfirmasi-donasi

Konfirmasi Donasi

Latest articles

Related articles

Donasi Via QR