Andi Arun Panaungi (10) harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya sejak berumur 3 Tahun, terhitung sudah 7 Tahun lamanya Arun melawan penyakit ini. Hingga saat ini, ia masih bergantung pada alat medis untuk menjalani perawatan. Sejak 3 Bulan yang lalu yaitu pada 05 Desember 2024, Arun sempat rutin menjalani pengobatan pada lehernya, tetapi hanya sampai di Puskesmas setempat saja. Proses penanganan juga terhenti karena keterbatasan ekonomi orang tuanya yang tidak lagi mampu menanggung biaya perawatan dikarenakan harus di rujuk ke Rumah Sakit Kota Makassar yang jaraknya cukup jauh dari Rumah Arun yang membutuhkan biaya operasional.



“Saat itu, dokter menyarankan agar Arun menjalani operasi demi mencegah kondisinya semakin memburuk. Namun, saya tak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki cukup uang untuk melanjutkan pengobatannya,” ungkap sang ibu.

Saat ini, ibunya, Bu Nurfadilla, berjualan pakaian setiap hari Rabu dan Sabtu untuk mengumpulkan uang demi biaya pengobatan Arun. Pendapatan yang diperolehnya ia tabung sedikit demi sedikit agar anaknya dapat kembali menjalani perawatan di rumah sakit, mengingat kondisinya yang terus memburuk.

Ketika Arun kembali diperiksa oleh dokter, ia diharuskan mengulang proses kemoterapi dari awal. Dari hasil pemeriksaan, Arun didiagnosis menderita Malignant Histiocytosis atau histiositosis ganas, yaitu kanker langka yang ditandai dengan proliferasi sel histiosit yang tidak terkendali. Penyakit ini juga dikenal sebagai sarkoma histiositik diseminata dan dapat menyebar dengan cepat, menyebabkan kondisi pasien semakin memburuk jika tidak ditangani dengan segera.

Awalnya, penyakit ini hanya tampak seperti benjolan kecil mirip bisul. Namun, sang ibu tak pernah menyangka bahwa itu adalah gejala dari penyakit yang sangat serius dan dapat mengancam nyawa anaknya jika tidak segera mendapatkan penanganan intensif.

Saat ini, Arun terpaksa putus sekolah karena kesehatannya yang semakin menurun. Kondisi lehernya belum menunjukkan perkembangan yang baik, sehingga ia harus menjalani pengobatan secara rutin agar bisa sembuh dan kembali melanjutkan pendidikannya.





